Kamis, 09 Januari 2014

MATERI DARMA GITA

I. PENGERTIAN II. JENIS-JENIS DHARMA GITA III. FUNGSI DHARMA GITA IV. TUJUAN DHARMA GITA V. MATERI DHARMA GITA VI. BAHASA I. Pengertian Secara etimologi Dharma Gita berasal dari dua kata,yaitu: Kata dharma yang artinya; Agama, kebenaran yang abadi (bersumber pada veda yang meliputi: tattwa, susila, upacara). Gita artinya nyanyian , lagu suci kerohanian yang luhur. Jadi dharma gita adalah nyanyian suci, yang didalamnya terkandung ajaran keagamaan. II. Jenis –jenis dharma gita ________________________________________ 1. SEKAR RARE Sekar rare ini biasanya dinyanyikan disaat mengasuh bayi atau balita. Agar tidak rewel. Atau bisa juga merupakan nyanyian untuk menidurkan si kecil. Atau nyanyian yang dipergunakan dalam mengiringi permainan rakyat. Nyanyian anak-anak ini tidak terikat oleh Padalingsa, ataupun Guru Lagu. Contohnya: Putri Cening Ayu (Karya NN ) Putri cening ayu Ngijeng cening jumah Meme luas malu Kapeken mablanja Apang ada darang nasi Juru Pencar (Karya NN ) Juru pencar juru pencar Mai jalan mencar ngejuk be Be gede-gede be gede-gede Di sawane ajaka liu. Semut-semut Api (Karya NN ) Semut-semut api kija ambain mulih Tembok bolong saling atat saling pentil Katipat ane pasil Ebene dongkang kipa Enggok-enggok cunguh besil Meong-meong (Karya NN ) Meong meong alih je bikule Bikul gede-gede Buin mokoh-mokoh Kereng pesan ngarusuhin Juk meng juk kul juk meng juk kul 2. SEKAR ALIT Jumlah baris syair dalam sekar alit bersifat baku,disesuaikan dengan jenis pupuhnya.Sekar alit juga diikat oleh pada lingsa (jumlah suku kata serta rima dalam suatu baris syair)Sekar Alit disebut juga geguritan: berupa pupuh/ tembang macapat yang isinya adalah ajaran agama. Macam-macam pupuh sekar alit: a. Sinom Pupuh Sinom terdiri dari 10 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 8u, baris ke tujuh pada lingsanya 8a, baris ke delapan 8i,baris ke sembilan pada lingsanya 4u, baris ke sepuluh pada lingsanya 8a. b. Ginanti Pupuh Ginanti terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 8u ( 8 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 8i. c. Semarandhana d. Durma Pupuh Durma terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 12a ( 12 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 7i,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 5a, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 4a , baris ke tujuh pada lingsanya 7i. e. Pucung Pupuh Pucung terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 4u ( 4 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8u,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 4u, baris ke enam pada lingsanya 8a. f. Dandang gula g. Pangkur Pupuh Pangkur terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 11i,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a, baris ke lima pada lingsanya 12u, baris ke enam pada lingsanya 8a, baris ke tujuh pada lingsanya 8i. h. Maskumambang Pupuh Maskumambang terdiri dari 4 baris. Baris pertama pada lingsanya 12i ( 12 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6a,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a. i. Ginada Pupuh Ginada terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8u, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 4i, baris ke tujuh pada lingsanya 8a. j. Mijil Pupuh Mijil terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 10i ( 10 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6o,baris ke tiga pada lingsanya 10e, baris ke empat pada lingsanya 10i, baris ke lima pada lingsanya 6i, baris ke enam pada lingsanya 6u. Pupuh Sinom Panca Saradha (Karya NN ) 1. Pa-ku-kuh da-sar a-ga-ma (8a) 2. Pan-ca sa-ra-dha ka-da-nin (8i) 3. Sa-ne la-li-ma pu-ni-ka (8a) 4. Brah-ma sa-ne ka-ping si-ki (8i) 5. At-ma sa-ne ka-ping ka-lih (8i) 6. Kar-ma ka-ping te-lu mung-guh (8u) 7. Sam-sa-ra-ne ka-ping em-pat (8a) 8. Mok-sa ka-ping li-ma sa-mi (8i) 9. Buat sa-su-duk (4u) 10. Ba-pa ja-ni ma-ra ta-tas (8a) Pupuh Ginanti Pitutur Guru (Karya NN ) 1. Sa-king tu-hu ma-nah gu-ru (8u) 2. Mi-tu-tu-rin ce-ning ja-ni (8i) 3. Ka-wru-he lu-wir san-ja-ta (8a) 4. Ne da-di pra-bo-tang sa-i (8i) 5. Ka-ang-gen nga-ru-ruh mer-ta (8a) 6. sa-e-nun ce-ni-nge u-rip (8i) Pupuh Durma Durma (Karya NN ) 1. Ca-i dur-ma pia-nak ba-pa pa-ling wa-yah (12a) 2. Tum-bu-he ka-sih a-sih (7i) 3. Ka-ting-ga-lan bi-ang (6a) 4. Jumah cening apang me-lah (5a) 5. Ba-pa lu-as na-ngun ker-ti (8i) 6. Ka-gu-nung alas (4a) 7. I-de-pang ba-pa ma-ti (7i) Pupuh Pucung Bibi Anu (Karya NN ) 1. Bi-bi a-nu (4u) 2. La-mun pa-yu lu-as man-dus (8u) 3. An-te-nge te-ke-kang (6a) 4. Yat-na-in nga-ba ma-sui (8i) 5. Ti-uk pun-tul (4u) 6. Ba-wang ang-gon pa-si-ke-pan (8a) Pupuh Pangkur I Buaya Masolah (Karya NN ) 1. Pan su-ka mung-guh ring gi-ta (8a) 2. Ka-la ling-sir bu-dal ngung-si ne-ga-ri (11i) 3. Sar-wi mak-ta re-bab gam-buh (8u) 4. Ring mar-gi-ne pa-nes pi-san (8a) 5. Lang-kung a-rang ta-ru-ne sa-ne ka-du-lu (12u) 6. Pa-mar-gin-nya sam-pun jam-bat (8a) 7. Le-sun-nya ne tan si-ni-pi (8i) Pupuh Maskumambang 1. Mas-ku-mam-bang ta-luh dong-kang da-di becing (12i) 2. Te-me-lu-ke ko-cap (6a) 3. Da-di le-gu-ne ma-ta-luh (8u) 4. Bo-bo-re da-di a-nyu-ngah (8a) Pupuh Ginada Eda Ngaden Awak Bisa (Karya NN ) 1. E-da nga-den a-wak bi-sa (8a) 2. De-pang a-nak-ke nga-da-nin (8i) 3. Ge-gi-na-ne bu-ka nyam-pat (8a) 4. A-nak sa-i tum-buh lu-hu (8u) 5. I-lang Lu-hu e-buk ka-tah (8a) 6. Wya-din ri-rih (4i) 7. Li-yu e-nu pa-pla-ja-han (8a) Pupuh Mijil Dadong Dauh (Karya NN ) 1. Da-dong da-uh nge-lah si-ap pu-tih (10i) 2. Ba ma-ta-luh re-ko (6o) 3. Mi-nab a-da li-mo-las ta-luh-ne (10e) 4. Na-nging la-cur a-da nak ne-pu-kin (10i) 5. A-nak ce-rik-ce-rik (6i) 6. Li-wat ru-sit i-pun (6u) 3. SEKAR MADYA Disebut sekar madya karena merupakan peralihan antara sekar alit dan sekar agung,Sekar alit menonjolkan keindahan nada sedangkan sekar agung menekankan isi (tattwa agama) sedangkan sekar madya diantaranya.sekar madya ini juga terikat oleh pada lingsa dan guru lagu. Macam-macam kidung sekar madya: a. Kidung dewa yadnya b. Kidung butha yadnya c. Kidung manusa yadnya d. Kidung pitra yadnaya e. Kidung rsi yadnya Contoh kidung Dewa Yadnya Kawitan Wargasari Purwakaning (Karya NN ) Purwakaning angripta rum Ning wana wukir Kahadang labuh kartika Panedengin sari Pngayom tanggluli ketur Angringring jangga mure. Pupuh Wargasari Ida Ratu Saking Luhur (Karya NN ) Ida Ratu sakeng luhur Kahula nunas lugrane Mangda sampun titiang tandruh Mengayat Bhatara mangkin Titiang ngaturang pejati Banten suci lan daksina Sami sampun puput Pretingkahing saji. Contoh kidung Bhuta Yadnya Pupuh Jerum/rikala mecaru (Karya NN ) Tangeh anamun turida Salimur tan kasalimur Pakerti abayeng dangu Tumuwuh anadi wong Rasa tan kadi ageman Marmanira misreng kidung Tan anutin pupuh basa Pina ewa de sang wiku Contoh kidung Manusa Yadnya (rikala mapetik) Kidung malat rasmi bawak (Karya NN ) Asahur sembah sira panji Sama lungguhing patani Danta nawun mahisa Wangkawa kinen angambil gunting Contoh kidung Pitra Yadnya Rikala kasetra/wirama Indrawangsa/Swandewi (Karya NN ) Mamwit narendratmaja Ring tapowana manganjali Ryyagraningindra Parwata Tan wismreti sangka nikang Hayun teka Swabhawa sang sajjanarakwa Mangkana Contoh kidung Rsi Yadnya Kidung Tantri tatkala padiksaan/mawinten (Karya NN ) Aswa memurihang bukti Away gila pamyakteng suci Campur samya jnanaputusing Sarwa budhi yan ring Siwa Suda sri danta padan ipune Ringring ayu pantan rwa Sang hredi tri aksara Temah ongkara tri kona Ri wekasing tuduh 4. SEKAR AGUNG Biasanya sekar agung memuat cerita kepahlawana ("Wira carita"). Sekar agung sesuai istilahnya adalah yang paling agung atau luhur. Karena paling sarat dengan muatan agama yang bersumber dari veda. Sekar agung ini sangat lekat dengan pakem yaitu mesti mengikuti "Guru lagu". Yang termasuk sekar agung adalah: 1.Palawakya, seperti pembaca sloka sarasamuccaya 2.Kekawin, seperti Ramayana, Bharatayudha, Arjuna wiwaha, Lubdaka,Semaradhana Adapun pujangga yang menciptakan karya-karya diatas adalah sebagai berikut: 1. Kekawin Ramayana karya Mpu Yogi Swara 2. Bharata yudha karya Mpu Sedah & Empu Panuluh 3. Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa 4. Lubdhaka karya Empu Tanakung 5. Semaradhana karya Empu Darmaja III.Fungsi dharma gita 1. Untuk memuja Ida Sanghyang Widhi 2. Sebagai media memasyarakatkan ajaran agama 3. Untuk memotivasi umat mencintai agamanya IV. Tujuan dharma gita 1. Untuk memasyarakatkan ajaran agama lewat media seni suara 2. Untuk memberi sentuhan rasa ksucian & kekhusukan dalam pelaksanaan upacara agama 3. Untuk memberi dorongan kepada kita agar menghargai karya seni dan lebih mencintai kebudayaan warisan leluhur berupa seni surara. V. Materi dharma gita Dharma gita diabadikan kepada keagungan agama ,materinya bersumber pada kitab suci veda. Dharma gita merupakan hasil karya yang sangat luhur,oleh kerena itu selalu sesuai dengan jaman. VI. Bahasa 1. Bahasa sansekerta (palawakya) 2. Bahasa jawa kuno ( kekawin ) 3. Bahasa daerah setempat /bali (sekar alit) 4. Bahasa indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar